|
R
|
umah
merupakan kebutuhan manusia yang bersifat mendasar (basic need)
disamping pangan dan sandang (pakaian), sehingga pemenuhannya penting dilakukan
dengan mempertimbangkan kondisi yang saat ini ada. Besarnya kebutuhan perumahan
dan permukiman sejalan dengan tingkat pertumbuhan penduduk. Penyediaan
perumahan juga terkait dengan ketersediaan lahan yang ada. Sejalan dengan
permukiman, keberadaan fasilitas umum diperlukan untuk mempermudah aktivitas
masyarakat khususnya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Ø Kebutuhan Perumahan ditinjau dari :
1. Jumlah dan kepadatan penduduk.
2. Jumlah rumah layak huni
3. Luas kota
4. Sosial ekonomi penduduk
Kepadatan pebduduk
Penyebab
pertambahan penduduk kota:
·
Urbanisasi/Migrasi.
·
Angka
kelahiran labih besar dari angka kematian.
Jumlah Penduduk
- Luas kebutuhan ruang
- Klasifikasi kota
- Kebutuhan fasilitas dan pelayanan
Struktur Penduduk
·
Angka
tenaga kerja.
·
Sebaran
penduduk.
·
Umur dan
jenis kelamin, mempengaruhi besaran dan jenis fasilitas, serta tipe lingkungan
perumahan.
Analisa Kebutuhan Rumah Analisa Kebutuhan Rumah
Ditinjau Dari :
- Pertumbuhan penduduk pertumbuhan penduduk
- Gaya / pola hidup masyarakat.
- Back log
Selisih jumlah rumah yang seharusnya ada banding
dengan jumlah penduduk.
Aspek sosial ekonomi
Konsep kebutuhan akan rumah ditinjau dari sosial
budaya masyarakat :
- Normative needs
- Felt needs
- Comparative needs
- Expressed needs
Housing needs ditinjau dari :
- Kebutuhan rumah saat ini.
Yang perlu diketahui dari kebutuhan rumah saat ini
adalah:
- Jumlah rumah yang ada pada saat ini baik
uang layak maupun tidak layak (s) .
- Jumlah rumah yang tidak layak huni (u).
- Jumlah rumah tangga atau jumlah KK (HH)
EHN = HH - ( s – u ).
- Kebutuhan rumah akan datang.
Yaitu memperkirakan jumlah rumah disaat tertentu,
dengan mempertimbangkan :
- Poyeksi jumlah penduduk.
- Household size rate ( rata-rata besar rumah tangga )
- Proyeksi stock
- Proyeksi jumlah rumah yang tidak layak huni.
- Replacement rate.
FHN = HHt –
( St – Ut ) + rrSo
Permasalahan
Akan Kebutuhan Rumah
Dasar pertimbangan pemerintah selalu berdasarkan
pada kemampuan ekonomi yaitu masyarakat berpenghasilan rendah dan kemampuan
finansialnya. Walaupun sulit untuk mengatakan bahwa pembangunan perumahan tidak
harus hanya didasarkan pada kemampuan ekonomi, tetapi melihat beberapa
perumahan menengah ke bawah yang kosong, maka perumahan seharusnya tidak hanya
berdasarkan pada tingkatan ekonomi saja tetapi juga pada karakteristik
penghuninya. (Michelson dalam studinya di Amerika)
Sudah merupakan kegiatan tipikal, di setiap negara,
pemerintah selalu mempersiapkan rumah yang siap pakai untuk masyarakat yang
tidak mampu membeli rumah yang disediakan oleh pasar perumahan. Sehingga Solusi yang ideal untuk menunjang percepatan pembangunan
perumahan rakyat yang berketanjutan antara lain dengan mengoptimalkan peranan
dari beberapa pihak yaitu Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah (selaku
regulator), Pengembang (setaku pelaksana pembangunan perumahan) dan Institusi
terkait, seperti Lembaga keuangan khususnya perbankan dalam mendukung aspek
pembiayaannya dan institusi lainnya sepertil PLN, PDAM, Telkom, Jamsostek,
Taspen, YKPP sebagai pendukung pembangunan perumahan.
Salah satu alternatif untuk memecahkan kebutuhan hunian di perkotaan adalah
dengan mengembangkan model hunian secara vertikal berupa bangunan rumah susun yang
untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah adalah dalam bentuk rumah
susun sederhana baik dalam skema rumah susun sewa (rusunawa) maupun rumah susun milik
(rusunami).
Sumber
:
- Makalah Membutuham Perumaham dan
Fasllltas Umum Kawasan Pesisir Kota Pekalongan oleh Mochamad Rosul.
- Kebutuhan perumahn kota dari Fakultas
Teknik Sipil dan Perencanaan.
- http://fportfolio.petra.ac.id/user_files/84-011/pidato%20guru%20besar.doc.
Tentang pemahaman-kebutuhan-rumah-housing-needs.